Rasulullah SAW pernah bersabda:
“sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi lainnya” (HR. Ahmad,
Thabrani, Daruqtuni. Disahihkan Albani dalam As Silsilah As Sholihah). Artinya
sebuah keniscayaan bagi seorang muslim untuk menjadi bermanfaat bagi
sekitarnya. Hal ini adalah begian dari implementasi konsep dasar islam yang
penuh cinta, yaitu memberi. Da;am QS. 17:7, Allah SWT berfirman: “Jika kalian
berbuar baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.
“Barang siapa yang membantu
keperluan saudaranya, Allah akan membantu keperluannya”. (Mutaffaq ‘alaih). Ada
juga hadis yang mengatakan: “Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin,
dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan menyelesaikan
kesulitan-kesulitan di hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan orang yang
sedang kesulitan, niscaya Allah akan mudahkan didunia dan di akhirat” (HR.
Muslim).
Cara untuk menjadi
pribadi yang berguna:
1. Kemauan
Kemauan agar kita mau bermanfaat untuk
orang lain dengan apa yang kit apunya. Jika punya harta, kita akan membantu
menyelesaikan permasalahan orang lain dengan harga kita. Demikian juga jika
kita memiliki waktu dan tenaga. Kita akan menolong saudara kita dengan waktu
dan tenaga yang kita punya. Dengan kemauan kita akan mudah untuk menjadi
pribadi yang bermanfaat. Selalu ingat-ingat hadist dan ayat al-qur’an yang
selalu meminta kita untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar kita.
2. Lakukan sekarang juga tanpa menunda untuk
menjadi pribadi yang bermafaat. Salah satu pesan RAsulullah SAW adalah, ingat
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara yaitu:
a. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu.
a. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu.
b.
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
c. Masa
kayamu sebelum datang masa fakirmu.
d. Masa
luangmu sebelum datang masa sibukmu.
e.
Hidupmu sebelum datang kematianmu”.
3. Jadikan menjadi pribagi yang baik sebagai
gaya hidup.
Member
manfaat adalah gaya hidup kita. Memberi manfaat adalah kebiasaan yang dapat
kita lakukan sehari-hari. Jika demikian kita dapat lakukan setiap hari, terus
menerus , dalam waktu lama.
4. Selalu mengingatkan kemanfaatan diri. Kita
sebaiknya selalu mengevaluasi segala kemanfaat yang sudah kita lakukan. Bukan
untuk berbangga diri, namun untuk meningkatkan kemanfaatan lebih optimal.
Selalu ingat bahwa Allah SWT akan selalu member kemudahan bagi orang yang
memberi kemudahan bagi orang-orang yang ada disekitarnya.
5. Terus menjaga keistiqomahan dan keikhlasan.
Dari Abu Amr, ada juga yang mengatakan Abu-'Amrah, Suufyan bin Abdillah Ats- Tsaqofi radhiallahuanhudia berkata, "Wahai Rasulullah SAW, katakan kepada saya tentang islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu". Beliau bersabda "Katakanlah, saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguhlah (istiqomahlah)". (HR Muslim )
"sesungguhnya orang-orang yang mengatakan "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) "janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" (QS. 41:30)
Keistiqomahan dalam beramal sangat diperlukan. Begitu juga dengan keikhlasan, selalu menjaga niat kita hanyalah karena Allah SWT.
Wallahu'alam
Sumber : Majalah Al-Falah (dengan pengubahan seperlunya)
"sesungguhnya orang-orang yang mengatakan "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) "janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" (QS. 41:30)
Keistiqomahan dalam beramal sangat diperlukan. Begitu juga dengan keikhlasan, selalu menjaga niat kita hanyalah karena Allah SWT.
Wallahu'alam
Sumber : Majalah Al-Falah (dengan pengubahan seperlunya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar